Inovasi Demi Kembangkan Efisiensi, Royal Golden Eagle Bangun Kerinci Tissue Culture Laboratory

Sumber: inside-rge.com

Inovasi bukan hanya milik perusahaan berbasis teknologi. Industri berbasis alam juga membutuhkannya demi meningkatkan efisiensi sekaligus menekan eksploitasi berlebihan. Inilah yang dilakukan oleh grup bisnis Royal Golden Eagle. Menyadari akan pentingnya inovasi bagi bisnisnya, APRIL Group yang merupakan salah satu unit bisnis RGE pun membangun Kerinci Tissue Culture Laboratory.

APRIL Group sendiri merupakan salah satu pemain besar dalam industri pulp dan kertas dunia. Dengan produksi tahunan mencapai 2,8 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas, unit bisnis Royal Golden Eagle yang satu ini bahkan dikenal sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. PaperOne yang merupakan produk flagship dari APRIL Group telah digunakan oleh jutaan orang di lebih dari 70 negara. Namun demi mewujudkan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, inovasi demi meningkatkan efisiensi terus dilakukan.

Kerinci Tissue Culture Laboratory Untuk Mengembangkan Efisiensi Produksi

Dalam bisnis berbasis alam seperti produksi kertas, setidaknya ada 2 cara untuk meningkatkan jumlah produksinya. Cara pertama adalah dengan membuka lahan. Sedangkan untuk cara yang kedua adalah dengan meningkatkan efisiensi produksi.

Sebagai perusahaan yang peduli dengan kelestarian lingkungan, opsi pertama tidak lagi menjadi prioritas APRIL Group. Sebagai gantinya, unit bisnis Royal Golden Eagle ini terus mengembangkan efisiensi produksinya melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.

Kerinci Tissue Culture Laboratory merupakan salah satu bentuk dari inovasi yang dilakukan oleh APRIL Group melalui salah satu anak usahanya, yakni PT RAPP. Laboratorium yang dibangun di kawasan kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau ini akan menjadi pusat riset sekaligus pembibitan bibit eukaliptus APRIL Group.

Di KTC Laboratory, sedikitnya ada 16 growth room. Dengan growth room inilah, laboratorium PT RAPP tersebut menghasilkan sekitar 36 juta bibit eukaliptus setiap tahunnya.

Produksi bibit sebesar itu dapat dilakukan berkat pemanfaatan teknik kultur jaringan. Dengan teknik ini, PT RAPP mampu menghasilkan sekitar 100.000 bibit dari satu lembar daun. Bibit yang dihasilkan bukan hanya bibit biasa. Bibit-bibit tersebut merupakan bibit unggulan yang diperoleh dari seleksi yang ketat.

Bibit Unggulan, Rahasia Bahan Baku Terbarukan APRIL Group

Jumlah produksi tahunan APRIL Group yang mencapai 2,8 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas tidak lepas dari pemanfaatan bibit unggulan yang mampu memanfaatkan lahan secara efisien.

Bibit eukaliptus yang dikembangkan oleh unit bisnis Royal Golden Eagle ini memiliki karakteristik yang cukup menarik. Dari segi jenis kayu, karakteristiknya sudah memenuhi kebutuhan industri. Saat tumbuh menjadi tanaman eukaliptus, tanaman ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap hama dan penyakit. Menariknya di sini, pertumbuhan bibit eukaliptus yang dikembangkan PT RAPP justru jauh lebih cepat dibandingkan dengan bibit eukaliptus biasa.

Karakteristik seperti inilah yang membuat perkebunan PT RAPP begitu efisien dalam menyediakan bahan baku pulp dan kertas. Dengan cara ini jugalah, prinsip keberlanjutan diwujudkan dalam praktek bisnis Royal Golden Eagle.

Selain menerapkan praktek pertanian yang berkelanjutan, APRIL Group juga mengaplikasikan praktek produksi yang ramah lingkungan. Efisiensi selalu menjadi perhatian dalam menjalankan operasional produksinya. Misalnya saja dalam hal pemanfaatan air.

Dalam proses produksi pulp dan kertas, dibutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar. Air ini pun kerap dibuang setelah proses produksi selesai. Namun di APRIL Group, air tersebut didaur ulang agar bisa digunakan kembali. Inilah yang membuat pemanfaatan air di pabrik-pabrik pulp dan kertas milik unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut begitu efisien dengan sedikit limbah yang terbuang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *